Friday, May 31, 2013

Dasar Muka Tebal

 “Iya, Reski kakak kelas kamu. Waktu itu aku kelas tiga SMA dan kamu kelas satu” katanya di ujung telepon sana.
            “Oh iya,aku baru ingat. Aku pernah lihat kamu. Temannya Indra kan? Teman sekelasku?” aku mencoba mengingat-ingat.
Saat itulah Gian pertama berkenalan dengan Reski. Reski sengaja menelponnya untuk berkenalan. Entah apa maksud sebenarnya, tapi waktu itu Reski hanya mengatakan kalau dia tertarik untuk menjadi teman Gian. Hanya untuk sekedar menambah teman katanya dan Gian memang sosok orang yang terbuka untuk menerima pertemanan dari siapapun.
            Sejak saat itu Gian mulai dekat dengan Reski. Tiap hari selalu saja ada komunikasi diantara mereka, baik sms atau telepon. Gian mulai mengenal sosok Reski. Sosok yang baik, perhatian dan jago membuat Gian ketawa. Saat itu Gian merasa nyaman bisa berteman dekat dengan Reski, walaupun komunikasi diantara mereka hanya sebatas telepon, karena mereka tidak pernah bertemu sejak dari awal mereka berkenalan. Dan kenyataan pada saat itu, mereka masing-masing sudah mempunyai pacar. Selingkuh??? Kayanya bukan, mereka hanya berteman dekat. Sangat dekat tepatnya.
            Reski adalah mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi swasta di Bandung. Dia kakak kelas Gian waktu masih SMA. Sedangkan Gian seorang siswi kelas dua SMA. Ketertarikan Reski kepada Gian berawal pada saat ia sedang bemain ke sekolahnya dulu pada saat ada acara Pensi. Disana Gian menjadi ketua panitia kegiatan tersebut. Entah kenapa ada perasaan aneh yang hinggap di hati Reski ketika melihat Gian. Untuk itu ia meminta nomor telepon Gian kepada Indra, temannya Gian.
             Sejak saat itu Reski selalu menghubungi Gian. Mereka saling berbagi cerita. Rasanya ada yang kurang kalau mereka tidak saling menghubungi. Sampai pada suatu ketika Reski menyatakan cintanya kepada Gian. Reski merasa kalau selama ini perasaannya kepada Gian bukan hanya sekedar kepada teman biasa tetapi lebih. Mendengar hal itu sontak membuat Gian kaget. Sebenarnya Gian sendiri bingung terhadap perasaannya kepada Reski, ia juga merasa telah jatuh hati terhadapnya. Tapi pada saat itu Gian memutuskan untuk tidak menerimanya dengan alasan diantara mereka masing-masing sudah mempunyai pasangan. Setelah kejadian itu perlahan komunikasi diantara mereka mulai renggang. Reski sudah jarang menghubungi Gian lagi. Entah karena sakit hati atau apa. Gian pun tak berani menghubungi Reski.
            Beberapa bulan kemudian Reski menghubungi Gian kembali. Dia mengatakan kalau menghilangnya dia selama ini karena ingin menjauh untuk mencoba melupakan Gian. Dia menyadari dulu cintanya kepada Gian tak seharusnya ada. Reski pun mengatakan kalau sekarang hubungan dia dengan kekasihnya sudah berakhir, dan ternyata Gian pun sekarang sudah melajang, setelah putus dengan kekasihnya juga. Ada perasaan senang diantara keduanya melihat kenyataan tersebut. Mereka kembali menjalin komunikasi. Hubungan mereka makin erat setelah keduanya sama-sama melajang.
            Suatu ketika mereka pun memutuskan untuk saling bertemu. Reski ingin menunjukan keseriusannya kepada Gian. Reski pun berkunjung ke rumahnya Gian. Disana Reski menyatakan kembali cintanya kepada Gian. Dan akhirnya Gian pun menerima cintanya Reski. Hubungan mereka awalnya memang sangat baik. Mereka sangat bahagia sebagaimana pasangan yang baru saja jadian. Tetapi dua minggu kemudian Gian merasa ada yang berubah dari Reski, Reski tak perhatian lagi terhadapnya. Komunikasipun tak berjalan seperti biasanya. Sampai akhirnya Gian pun mendapat sms dari Reski yang isinya Reski memutuskan hubungan dengannya. Reski beralasan kalau dia masih mencintai mantannya. Mendengar hal tersebut Gian sangat terpukul. Ternyata selama ini Reski memang tidak benar-benar mencintainya, ia hanya dijadikan pelarian saja. Akhirnya hubungan diantara mereka pun berakhir. Gian sudah tidak ingin lagi mempunyai kedekatan dengan Reski. Tapi nyatanya beberapa minggu kemudian Reski kembali menghubungi Gian dan meminta maaf atas kesalahannya dulu. Gian sendiri sudah tidak ingin mempermasalahkannya lagi, ia sudah melupakan kejadian itu. Sakit hatinya pun sudah ia kubur dalam-dalam. Tak disangka-sangka Reski kembali meminta Gian untuk menjadi kekasihnya. Gian merasa hal ini sangat konyol. Dalam hatinya ia berpikir lelaki seperti ini tak bisa di beri hati lagi, ia datang dan pergi seenaknya. Semenjak kejadian ini Gian tak pernah lagi membalas sms ataupun telepon dari Reski sekalipun Reski memohon-mohon untuk mengharapkannya kembali.

No comments:

Post a Comment