“Oh iya,aku baru ingat. Aku pernah
lihat kamu. Temannya Indra kan? Teman sekelasku?” aku mencoba mengingat-ingat.
Saat
itulah Gian pertama berkenalan dengan Reski. Reski sengaja menelponnya untuk
berkenalan. Entah apa maksud sebenarnya, tapi waktu itu Reski hanya mengatakan
kalau dia tertarik untuk menjadi teman Gian. Hanya untuk sekedar menambah teman
katanya dan Gian memang sosok orang yang terbuka untuk menerima pertemanan dari
siapapun.
Sejak saat itu Gian mulai dekat
dengan Reski. Tiap hari selalu saja ada komunikasi diantara mereka, baik sms
atau telepon. Gian mulai mengenal sosok Reski. Sosok yang baik, perhatian dan jago
membuat Gian ketawa. Saat itu Gian merasa nyaman bisa berteman dekat dengan
Reski, walaupun komunikasi diantara mereka hanya sebatas telepon, karena mereka
tidak pernah bertemu sejak dari awal mereka berkenalan. Dan kenyataan pada saat
itu, mereka masing-masing sudah mempunyai pacar. Selingkuh??? Kayanya bukan,
mereka hanya berteman dekat. Sangat dekat tepatnya.
Reski adalah mahasiswa salah satu
Perguruan Tinggi swasta di Bandung. Dia kakak kelas Gian waktu masih SMA.
Sedangkan Gian seorang siswi kelas dua SMA. Ketertarikan Reski kepada Gian
berawal pada saat ia sedang bemain ke sekolahnya dulu pada saat ada acara
Pensi. Disana Gian menjadi ketua panitia kegiatan tersebut. Entah kenapa ada
perasaan aneh yang hinggap di hati Reski ketika melihat Gian. Untuk itu ia
meminta nomor telepon Gian kepada Indra, temannya Gian.
Sejak
saat itu Reski selalu menghubungi Gian. Mereka saling berbagi cerita. Rasanya
ada yang kurang kalau mereka tidak saling menghubungi. Sampai pada suatu ketika
Reski menyatakan cintanya kepada Gian. Reski merasa kalau selama ini
perasaannya kepada Gian bukan hanya sekedar kepada teman biasa tetapi lebih.
Mendengar hal itu sontak membuat Gian kaget. Sebenarnya Gian sendiri bingung
terhadap perasaannya kepada Reski, ia juga merasa telah jatuh hati terhadapnya.
Tapi pada saat itu Gian memutuskan untuk tidak menerimanya dengan alasan
diantara mereka masing-masing sudah mempunyai pasangan. Setelah kejadian itu
perlahan komunikasi diantara mereka mulai renggang. Reski sudah jarang
menghubungi Gian lagi. Entah karena sakit hati atau apa. Gian pun tak berani
menghubungi Reski.
Beberapa
bulan kemudian Reski menghubungi Gian kembali. Dia mengatakan kalau
menghilangnya dia selama ini karena ingin menjauh untuk mencoba melupakan Gian.
Dia menyadari dulu cintanya kepada Gian tak seharusnya ada. Reski pun
mengatakan kalau sekarang hubungan dia dengan kekasihnya sudah berakhir, dan
ternyata Gian pun sekarang sudah melajang,
setelah putus dengan kekasihnya juga. Ada perasaan senang diantara keduanya
melihat kenyataan tersebut. Mereka kembali menjalin komunikasi. Hubungan mereka
makin erat setelah keduanya sama-sama melajang.
Suatu
ketika mereka pun memutuskan untuk saling bertemu. Reski ingin menunjukan
keseriusannya kepada Gian. Reski pun berkunjung ke rumahnya Gian. Disana Reski
menyatakan kembali cintanya kepada Gian. Dan akhirnya Gian pun menerima
cintanya Reski. Hubungan mereka awalnya memang sangat baik. Mereka sangat
bahagia sebagaimana pasangan yang baru saja jadian.
Tetapi dua minggu kemudian Gian merasa ada yang berubah dari Reski, Reski tak
perhatian lagi terhadapnya. Komunikasipun tak berjalan seperti biasanya. Sampai
akhirnya Gian pun mendapat sms dari Reski yang isinya Reski memutuskan hubungan
dengannya. Reski beralasan kalau dia masih mencintai mantannya. Mendengar hal
tersebut Gian sangat terpukul. Ternyata selama ini Reski memang tidak
benar-benar mencintainya, ia hanya dijadikan pelarian saja. Akhirnya hubungan
diantara mereka pun berakhir. Gian sudah tidak ingin lagi mempunyai kedekatan
dengan Reski. Tapi nyatanya beberapa minggu kemudian Reski kembali menghubungi
Gian dan meminta maaf atas kesalahannya dulu. Gian sendiri sudah tidak ingin
mempermasalahkannya lagi, ia sudah melupakan kejadian itu. Sakit hatinya pun sudah
ia kubur dalam-dalam. Tak disangka-sangka Reski kembali meminta Gian untuk
menjadi kekasihnya. Gian merasa hal ini sangat konyol. Dalam hatinya ia berpikir lelaki seperti ini tak bisa di
beri hati lagi, ia datang dan pergi seenaknya. Semenjak kejadian ini Gian tak
pernah lagi membalas sms ataupun telepon dari Reski sekalipun Reski
memohon-mohon untuk mengharapkannya kembali.
No comments:
Post a Comment